Budi Daya Pisang, Jajaki Kerja Sama Hingga ke Arab Saudi

  • Bagikan
Jajaran pemerintah dan legislator Sulsel foto bersama seusai sidang paripurna peringatan ulang tahun ke-354 Sulawesi Selatan di Kantor DPRD Sulsel, Kamis (19/10/2023).

MAKASSAR, RAKYATSULSEL - Peringatan ulang tahun ke-354 Sulawesi Selatan digelar secara formal melalui rapat paripurna di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel. Pemerintah Sulsel mempersembahkan kado ulang tahun bagi daerah ini dengan sejumlah program. Salah budi daya pisang.

Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin menyatakan budi daya pisang merupakan program di bidang ketahanan pangan di daerah ini. Bahkan, Bahtiar mengatakan, program tersebut tidak main-main karena hasilnya akan diekspor ke luar negeri.

"Minggu depan kami akan ke Arab Saudi untuk penandatanganan kerja sama. Mereka (pemerintah Saudi) akan membeli berapapun produksi pisang di Sulsel," ujar Bahtiar, Kamis (19/10/2023).

Menurut dia, untuk mewujudkan program itu sudah ditanam pisang pada 3.540 hektar lahan dengan jumlah 7 juta pohon. "Tinggal kita gandakan menjadi 1 miliar pohon pisang. Mudah-mudahan ini bisa jadi sumber pendapatan masyarakat," sambung Bahtiar.

Menurut Bahtiar, gelaran ulang tahun ke-354 itu, harus menjadi momen untuk membaca diri, dengan segala capaian dan harapan yang mesti segera direalisasikan oleh pemerintah untuk masyarakat.

Pemaksimalan jalur dagang, penciptaan lapangan kerja yang juga digagas melalui beberapa perencanaan dalam memanfaatkan lahan tidur yang di Sulsel dengan kembali meningkatkan kejayaan pertanian tak hanya pada komoditas padi semata dan sistem pengolahan laut yang juga harus ditingkatkan.

“Sulsel kaya akan alam baik daratan-pegunungan, laut-pesisirnya. Namun masih banyak lahan yang tidak termanfaatkan dan terlantar sebanyak 5 juta hektar. Tapi tidak menghasilkan apa-apa, buat kemanusiaan, kehidupan, kesejahteraan, kebaikan. Demikian juga dengan laut yang luas tidak signifikan membawa perbaikan penghasilan," imbuh Bahtiar.

Bahtiar mengatakan, tak boleh hanya mengandalkan APBD untuk melakukan pembangunan pada suatu wilayah, tapi harus melibatkan pihak swasta dan seluruh elemen masyarakat mengambil peran dalam peningkatan kemampuan ekonomi wilayah yang bakal menopang peradaban. Ia menuturkan, ekonomi maupun infrastruktur tetap masih menjadi catatan bagi daerah ini. Stunting tercatat 27,2 persen, masih banyak warga kekurangan gizi, kemiskinan lebih 8 persen. Serta literasi juga harus ditingkatkan.

Kaitan dengan perjalanan Sulsel hingga berusia 354 tahun memiliki sejarah yang telah mencengangkan dunia yang sempat menjadi sebuah peradaban perekonomian dunia pemegang kunci perdagangan nusantara di gerbang timur yang tentu harus dikembalikan dengan tata kelola pemerintahan dan pengelolaan ekonomi yang baik.

"Saatnya Sulsel melihat kembali kekuatan yang dimilikinya sesuai dengan tema Era Baru Sulsel Menuju Indonesia Maju. Sulsel bukan sekadar nama daerah atau provinsi. Tetapi memiliki makna dan karakter serta falsafah. Usia 354 tahun perjalanan panjang hingga saat ini terdiri dari warga yang homogen menjadi heterogen. Serta telah menjadi warga dunia," kata Bahtiar.

“Supaya kekuatan Sulsel makin mantap ini alam darat dan laut serta udara utamanya manusia yang dimiliki menjadi satu kesatuan untuk membangun Sulsel,” ujar dia.

Dengan melihat sejarah 400 tahun lalu, Makassar merupakan pusat perdagangan dunia. Seluruh kapal-kapal dari seluruh dunia mampir di Makassar, di Gowa dan pesisir-pesisir teluk Bone. Dari sisi lintang Utara dan Selatan. Namun sekarang peranannya lebih kecil.

Bandara Makassar untuk penerbangan internasional hanya melayani penerbangan ke Singapura dan Malaysia. Sehingga untuk besar harus dibuka untuk penerbangan internasional. Saat ini telah diupayakan hadir penerbangan kargo seperti ke Hongkong.

Sedangkan pelabuhan di Pelabuhan New Port dengan kapasitas 7 juta teus baru digunakan 1 juta. Potensi ini akan lebih besar, jika kapal-kapal dari Papua dan Maluku tidak di Surabaya, tetapi di Makassar. Termasuk seharusnya dengan pelabuhan ini, Makassar bisa langsung mengekspor ke luar negeri.

Bahtiar mendorong dan telah ada kapal ekspor langsung ke Shanghai dan akan semakin bertambah. Pelabuhan Makassar ini dibuka untuk seluruh dunia. Hal-hal yang menghambat dihilangkan.

Wakil Ketua DPRD Sulsel, Darmawangsyah Muin mengatakan bahwa di hari jadi ke 354 ini banyak perubahan di Sulsel. Namun, ada juga pekerjaan yang perlu dibenahi ke depan.

"Kolaborasi antara DPRD dengan Pemprov itu semakin ditingkatkan dan diperkuat," ujar Darmawangsyah.

Menurut dia, selain kolaborasi, untuk melanjutkan infrastruktur dari pejabat sebelumnya, juga masalah pengentasan kemiskinan, masalah stunting, terus masih kekurangan beberapa hal terkait dalam bidang pendidikan, bidang kesehatan juga ekonomi.

"Tetapi yang pastinya terkait dengan bidang ekonomi itu yang paling penting, mengentaskan kemiskinan. Kami sependapat dengan Penjabat Gubernur yang bertekad menurunkan angka kemiskinan, angka stunting, yang paling penting juga menggenjot ekspor," ujar dia.

Darmawangsyah menambahkan, yang paling sering dikeluhkan masyarakat itu yang pertama air bersih, yang kedua ketersediaan bibit yang unggul. Karena masih banyak petani berulang-ulang kali bibit yang dipakai baik bibit padi, jagung. "Sehingga ini perlu sosialisasi yang baik, pupuk yang langka dan mahal. Infrastruktur juga dimulai jalur paling penting. Kita berharap di 2024 ini sudah tuntas sebelum kita mengakhiri masa jabatan. Dan itu adalah perjuangan yang paling maksimal yang harus saya lakukan," kata dia. (Suyadi-Abu Hamzah/C)

  • Bagikan