Mahasiswa Pakai Jasa Joki Tugas, Membantu atau Kemerosotan Integritas?

  • Bagikan
Ilustrasi

GOWA, RAKYATSULSEL - Sebagai pelajar, terkhusus mahasiswa (i) yang tengah menempuh pendidikan di bangku kuliah, tentu tidak terlepas dengan adanya tugas dari dosen.

Tugas-tugas tersebut diberikan kepada mahasiswa sebagai bahan latihan atau evaluasi diri mengenai materi yang telah diajarkan. Tugas yang diberikan baik sedikit ataupun banyak sudah menjadi tanggung jawab mahasiswa untuk menyelesaikannya.

Namun saat ini banyaknya keluhan akibat banyaknya tugas membuat beberapa mahasiswa memilih jalan pintas agar tugas mereka selesai dengan menggunakan ‘jasa joki tugas”.

Maraknya joki tugas saat ini yang menawarkan jasanya lewat media social seperti Instagram dan twitter, dengan harga yang ramah di kantong membuat banyak yang tertarik, karena alasan agar tugas lebih cepat selesai dan praktis.

Tidak terkecuali di Kawasan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) yang beberapa mahasiswanya masih menggunakan jasa joki tugas ini.

Walaupun sangat membantu dan memudahkan mahasiswa untuk penyelesaian tugas, tetapi hal tersebut sangat meresahkan karena jika sampai terus-menerus melakukan joki tugas akan membuat mahasiswa malas dan tidak memahami betul materi perkuliahan yang diberikan oleh dosen pengajar.

Joki tugas ini sudah menjadi rahasia umum di kalangan mahasiswa bahkan sudah dianggap hal yang lumrah, namun hal tersebut adalah sebuah kesalahan.

Syarah salah satu mahasiswi UINAM memberikan tanggapan terkait fenomena joki tugas yang saat ini sedang marak, bahwa adanya jasa joki tugas yang ditawarkan mahasiswa tidak bisa menjadi hal yang diwajarkan karena lebih banyak sisi negatifnya dan berharap agar hal seperti ini bisa hilang dari lingkup mahasiswa.

“Menurut saya adanya jasa joki tugas yang ramai di kalangan mahasiswa khususnya di UINAM merupakan hal tidak baik apalagi sampai diwajarkan karena memiliki lebih banyak sisi negatifnya seperti mahasiswa yang menggampangkan tugas karena bisa dijoki yang buat mereka jadi malas kerja sendiri, tugas-tugas yang selesai bukan hasil dari pemahaman sendiri/tidak orisinil padahal sudah datang ikut perkuliahan dan dosen juga sudah kasih pengajaran. Setahu saya juga saat ini pemerintah sudah mengeluarkan pengumuman terkait pelarangan adanya joki tugas sampai ada denda untuk pelaku, jadi semoga hal-hal seperti ini bisa secepatnya dihentikan, tuturnya.

Dia juga menambahkan bahwa sebagai pelajar yang baik dan cerdas untuk mengusahakan kerja tugas sendiri sesuai kemampuannya tanpa melibatkan jasa joki tugas. Karena sudah tanggung jawab kita selama menempuhh pendidikan untuk memenuhi segala keperluan perkuliahan, salah satunya tugas yang diberikan dan semoga mahasiswa bisa menyelesaikan pendidikannya dengan cepat dan baik. (*)

Citizen Reporter: Aisyah Syahrani

  • Bagikan