Jalan Santai Capres-Cawapres Tumpah Ruah, Asratillah: Belum Menjamin Hingga di TPS

  • Bagikan
Direktur Profetik Institute, Muh Asratillah

MAKASSAR, RAKYATSULSEL - Dua tim pasangan calon Presiden (Capres) sukses menghadirkan masyarakat Kota Makassar dan sekitarnya. Bahkan panitia jalan sehat satu putaran yang dihadiri langsung calon wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Sabtu 25 November 2023 kemarin, mengklaim jika ada 1 juta orang yang hadir. Sementara Jalan Sehat Ganjar hanya menyebutkan jika dihadiri 200 ribu peserta pada Ahad 16 November 2023 kemarin.

Direktur Politik Profetik Institute, Asratillah tumpah ruahnya masyarkat pada jalan sehat yang dilakukan oleh relawan maupun tim Capres tersebut belum menjamin memilih mereka.

"Cuman hadirnya para pemilih di lokasi jalan sehat, belum bisa menjamin loyalnya mereka hingga di bilik suara," kata Asratillah saat dikonfimasi harian Rakyat Sulsel, Senin (27/11/2023).

Dirinya menyebutkan melihat dua kegiatan jalan sehat di hari Sabtu dan Minggu kemarin dengan kacamata marketing politik.

"Maka segala bentuk hadiah dan doorprize yang disediakan penyelenggara merupakan umpan agar calon konsumen (dalam hal ini pemilih) tertarik untuk hadir di lokasi acara dan berinteraksi dengan kandidat," ujarnya.

Karakter pemilih kata Asratillah lumayan pragmatis, artinya pilihannya akan kandidat ditentukan salah satunya oleh keuntungan-keuntungan jangka pendek yang bisa mereka peroleh.

"Semua kandidat capres-cawapres menyadari hal tersebut, sehingga mereka mesti menyediakan place (lokasi mengakses kandidat) yang menarik, yang bisa memberikan insentif (keuntungan) pada pemilih jika hadir di tempat. Insentif yang ditawarkan oleh para kandidat adalah kesehatan sekaligus hadiah yg bisa didapatkan sekaligus bagi yang menghadiri jalan sehat," tuturnya.

Asratillah menyebutkan Pemilih saat ini tergantung dua hal, kekuatan pesan dan kemasan komunikasi kandidat di acara jalan sehat.

"Kekuatan pesan sangat ditentukan oleh relevansi dan kesamaan-resonansi yang dihadirkan sebuah pesan politik. Kemasan pesan politik menentukan apakah pesan menarik atensi pemilih yang hadir atau tidak," bebernya.

"Kalau kita mengevaluasi dua jalan sehat kemarin. Walaupun kedua-duanya diklaim dihadiri oleh peserta yang membludak, namun kekuatan dan kemasan pesan politik Ganjar di hari minggu lebih mengena ketimbanh pesan politik Gibran di hari sabtu. Namun sekali lagi ini belum bisa menggaransi loyalitas pemilih yang hadir di acara jalan sehat hingga ke bilik suara," lanjutnya.

Kedua kata dia selain pesan politik di lokasi acara. Pesan politik mesti di repetisi dan diamplifikasi secara terus menerus oleh tim di tingkat akar rumput.  "Upaya ini mesti dilakukan secara terus menerus hingga hari pemilihan," tutupnya. (Fahrullah/B)

  • Bagikan