MAKASSAR, RAKYATSULSEL - Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto menghadiri launching Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis Skrining Ulang Tahun di Puskesmas Tamalate, Jalan Dg Tata 1 No 8, Kota Makassar pada Senin (10/2/2025).
Danny Pomanto, sapaan akrabnya menegaskan program ini dapat diintegrasikan dengan layanan kesehatan berbasis komunitas yang sudah berjalan di kota ini.
Danny menyebut, program ini selaras dengan layanan Home Care yang telah diterapkan di Makassar, sejak pandemi Covid-19.
Program pemeriksaan kesehatan skrining ulang tahun, dinilai dapat menjadi alat pemantauan kesehatan masyarakat yang lebih sistematis, dengan integrasi data dari Dukcapil dan sistem aplikasi Satu Sehat.
"Dari data ini, kita bisa memonitor kesehatan warga sejak bayi, termasuk deteksi dini stunting. Selain itu, pertumbuhan dan kecerdasan anak juga bisa dipantau. Bahkan, program ini bisa dihubungkan dengan Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk memastikan pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak," ujar Danny.
Danny mengaku Makassar saat ini memiliki 47 tim Home Care yang siap mendukung program ini.
Menurut Danny, peralatan skrining masih lengkap karena sebelumnya digunakan saat pandemi.
Ia juga menyoroti pentingnya sosialisasi program kepada masyarakat agar manfaatnya lebih luas.
"Harus ada promosi yang masif, baik melalui camat maupun lurah. Jangan sampai pak camat sendiri belum diperiksa saat ulang tahunnya," kata Danny berkelakar.
Oleh karena itu, Ia berharap dengan sinergi yang baik, program ini dapat menjangkau seluruh masyarakat Makassar sesuai target nasional.
"Satu Sehat berarti harus sehat semua," tutup Danny.
Diketahui, Pemeriksaan gratis ini merupakan program strategis nasional era kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto sebagai bagian dari transformasi kesehatan.
Kepala Dinkes Makassar, dr. Nursaidah Sirajuddin, menjelaskan program ini merupakan langkah promotif dan preventif untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Di mana, fokus dari program ini, kata dr Ida, sapaan akrabnya, untuk deteksi dini penyakit dan peningkatan angka harapan hidup masyarakat.
"Pemeriksaan kesehatan gratis akan dimulai awal Februari, sebagai bagian dari program strategis nasional, kata dr Ida, beberapa waktu lalu.
Program ini, kata dr Ida, masyarakat dapat memeriksakan kesehatannya selama satu bulan di sekitar tanggal ulang tahun mereka.
Dalam pelaksanaannya, dr Ida menegaskan pemeriksaan kesehatan pada program ini diterapkan di 47 puskesmas yang ada di Kota Makassar.
Jumlah ini, lanjut dr Ida, lebih banyak dari standar Kementerian Kesehatan yang hanya mensyaratkan 40 persen puskesmas untuk program integrasi layanan primer.
"Kami memastikan semua puskesmas di Makassar terlibat, agar masyarakat lebih mudah mengakses layanan," tambah dr Ida.
Jam operasional pemeriksaan kesehatan mengikuti jam layanan puskesmas dari pagi hingga sore hari.
Adapun syarat yang harus dipenuhi oleh masyarakat, yakni hanya perlu membawa identitas diri untuk mengikuti pemeriksaan ini.
Selain itu, tambah dr ida, aplikasi Satu Sehat Mobile akan digunakan sebagai pengingat jadwal pemeriksaan bagi warga.
"Kami ingin masyarakat sadar pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin, bukan hanya saat sakit. Dengan deteksi dini, risiko penyakit bisa dicegah," tutup dr Ida. (Shasa/B)