Mahasiswa Asal Papua Diprioritaskan Menempati AMN

  • Bagikan

SURABAYA, RAKYATSULSEL - Secara resmi, pembangunan Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) yang berlokasi di Surabaya, Jawa Timur memang telah dirampungkan oleh pemerintah melalui Kementerian PUPR. Asrama tersebut ditujukan sebagai tempat hunian para mahasiswa, khususnya penerima beasiswa pendidikan.

AMN mampu menampung seluruh mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di pelosok Tanah Air dan sedang menempuh pendidikan tinggi di Surabaya dan sekitarnya.

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Diana Kusumastuti menyampaikan, AMN Surabaya dapat menampung 532 mahasiswa. Dari jumlah tersebut, sekitar 40 persen diperuntukan bagi mahasiswa Orang Asli Papua (OAP) yang berkuliah di Jawa Timur.

"Saat ini AMN Surabaya dikelola oleh Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran dan sudah dihuni oleh sekitar 260 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Surabaya dan sekitarnya," ujar Diana.

Sementara itu, Kepala Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Jawa Timur Kementerian PUPR, Muhammad Reva menambahkan bahwa asrama tersebut memiliki 2 buah tower yang masing-masing setinggi 5 lantai.

"Bangunan asrama terdiri dari 2 tower setinggi 5 lantai. Kedua tower tersebut dibedakan antara asrama mahasiswi perempuan dengan asrama mahasiswa laki-laki,” katanya.

Kemudian, untuk menunjang seluruh aktivitas mahasiswa yang menghuni AMN, sudah disiapkan fasilitas pendukung lainnya. Di antaranya kamar mandi dan toilet komunal, ruang ibadah, klinik, kantor pengelola, ruang makan, dapur, ruang laundry, ruang sekuriti, dan lain-lain.

"Fasilitas pendukung pengembangan kompetensi mahasiswa juga dibangunan seperti perpustakaan/ruang baca, ruang belajar bersama, ruang seni, laboratorium, lapangan olahraga, ruang pembinaan entrepreneurship, dan lanskap," kata Reva.

Reva menegaskan bahwa pembangunan AMN memang ditujukan untuk menampung para mahasiswa berprestasi dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.

“Asrama ini dibangun untuk menampung para mahasiswa yang berprestasi dari berbagai daerah diseluruh Indonesia yang sedang kuliah di Surabaya atau di Kabupaten dan Kota di Jawa Timur,” ujarnya.

Pembangunan hingga penyelenggaraan kegiatan di AMN melibatkan sejumlah kementerian dan Instansi seperti Badan Intelijen Negara, Kementerian PUPR, Kemendikbudristek dan Kemenpora.

Badan Intelijen Negara (BIN) bahkan secara khusus ditunjuk oleh Presiden Jokowi sebagai katalisator pendirian AMN, bahkan mulai dari perencanaannya. Sedangkan terkait pembinaan kepada mahasiswa penghuni AMN, BIN juga bersinergi dengan instansi terkait melakukan berbagai program pembinaan.

Dengan ditampungnya seluruh mahasiswa dari beragam latar belakang tersebut, memang juga sesuai dengan Perpres Nomor 106/2021 yang di dalamnya berisi mengenai pentingnya suatu wadah pembinaan untuk bisa lebih mempererat persatuan dan kesatuan bagi generasi muda. (*)

  • Bagikan