Panggung Pendatang Baru

  • Bagikan
karikatur/rambo

MAKASSAR, RAKYATSULSEL - Wajah-wajah baru di parlemen Sulawesi Selatan berpeluang besar akan banyak lahir dari Daerah Pemilihan Sebelas. Wilayah yang luas dengan tipikal pemilih yang majemuk membuat petahana tak punya garansi untuk duduk kembali. Dapil yang meliputi Kabupaten Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, dan Kota Palopo ini merupakan medan berat bagi pemburu status legislator.

Dapil ini menyiapkan alokasi sebanyak sebelas kursi. Pada Pemilu 2019, hanya Partai Golkar yang mampu meraih dua kursi. Sembilan kursi lainnya terbagi ke sembilan partai politik peserta pemilu.

Pengamat politik dari Universitas Bosowa Makassar, Arief Wicaksono menilai peluang pendatang baru di Dapil Sebelas akan sangat tergantung dari hal yang dilakukan di lapangan untuk mencari simpatisan pemilih. Menurut dia, beberapa pendatang baru yang pada 2019 tidak maju ke gelanggang politik karena berupaya mempelajari tipikal pemilih serta kondisi geopolitik di dapil tersebut.

"Tipikal newbie akan memiliki peluang yang cukup baik karena mendapat pelajaran berharga dari sikap sabarnya selama ini," ujar Arief, Senin (5/6/2023).

Arief mengatakan, ada juga pendatang baru yang hanya mengandalkan cantolan politik dari tokoh atau figur yang pernah terpilih sebelumnya. Tipikal figur pendatang baru yang ini praktis hanya mengandalkan modal sosial dari figur sebelumnya, sehingga relatif tidak punya effort untuk meraih konstituen.

Menurut dia, pendatang baru yang tidak punya cukup waktu untuk mempelajari medan, tidak punya cukup modal sosial, bahkan tidak terlalu memiliki kapasitas finansial yang memadai sehingga keputusan untuk maju diambil sekiranya hanya karena ada kesempatan saja.

"Tipikal ini yang masih harus bekerja keras dan terkadang berharap banyak pada keberuntungan," tutur dia.

Arief mengatakan, Dapil Luwu Raya yang sangat luas akan menjadi tantangan bagi pendatang baru karena rivalitas antarmereka dipastikan akan sangat sengit. Apalagi, kata dia, para petahana juga pasti akan ngotot mempertahankan kursi yang dimiliki.

"Dalam situasi tersebut, pertarungan akan terjadi antara lebih dari dua pihak. Idealnya pendatang baru dapat melihat peluang tersebut sebagai momentum untuk dapat merebut konstituen," imbuh dia.

Direktur Profetik Institute, Asratillah berpandangan bahwa untuk Dapil Sebelas, peluang penantang baru cukup terbuka lebar, mengingat tidak ada caleg terpilih sebelumnya yang mendapatkan suara menembus hingga 30 ribu lebih. Seluruh caleg terpilih pada 2019 hanya mencapai perolehan belasan ribu suara.

Namun, kata dia, Dapil Sebelas punya keunikan sendiri dari perspektif geopolitik. Variabel hubungan kekerabatan dan prestise kebudayaan cukup mempengaruhi keterpilihan seseorang, terutama untuk wilayah Luwu dan Luwu Utara.

"Sehingga penantang yang berasal atau berbasis di kedua daerah tersebut sangat penting untuk menghimpun rumpun keluarga dan maksimalisasi penggunaan simbol-simbol kebudayaan," ujar dia.

Menurutnya, lain halnya di Kota Palopo yang karakter pemilihnya cukup pragmatis akibat ciri masyarakatnya yang urban. Para profesional, akademisi, dan beberapa pelaku wirausaha cukup terkonsentrasi di Palopo.

"Ini membuat Palopo memiliki karakter yang lebih dinamis. Sehingga penantang yang menjadikan Palopo sebagai basis mesti mendesain program yang populis dan memberikan manfaat praktis kepada pemilih," kata Asratillah.

Sedangkan daerah Luwu Timur, merupakan daerah yang cukup majemuk, mengingat banyaknya pendatang. Sehingga penantang yang menjadikan Lutim sebagai salah satu basis suara.

"Tentu saja, mesti melakukan segmentasi yang lebih detail, mengingat corak demografis yang lumayan variatif," kata dia.

Salah satu pendatang baru maju di dapil 11 adalah legenda sepakbola Indonesia, Marwal Iskandar. Dia berwara-wiri memperkuat tim-tim raksasa di Indonesia. Kini, pesepakbola asal Tana Luwu ini pulang kampung. Dia akan mewakafkan dirinya di kampung halamannya dengan maju sebagai calon anggota legislatif pada 2024 mendatang.

Marwal Iskandar akan maju sebagai salah satu calon anggota DPRD Sulsel dengan mengendarai Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Menariknya, nomor urut yang digunakan sama dengan nomor punggung 'keramatnya' saat aktif bermain bola dulu, yakni, nomor tujuh.

''Saatnya mengabdi untuk masyarakat. Saya kembali ke kampung halaman untuk mengabdikan diri. Mewakafkan diri saya. Tentunya akan berjuang untuk caleg 2024,'' kata Marwal.

Saat ini M. Iskandar atau Marwal Iskandar adalah Instruktur Kepelatihan Lisensi D dan Lisensi C Diploma PSSI. Dan juga instruktur di Asia tentang sport for development.

''Niat saya juga untuk memperjuangkan sepak bola atau olahraga di parlemen. Jika ada kursus pelatih maka kami di Indonesia yang turun untuk melatih Pelatih,'' imbuh dia.

Direktur Indeks Politica Indonesia (IPI) Suwadi Idris Amir mengatakan peluang parpol non parlemen saat ini masih ada, walau hasil survei tetap menempatkan didominasi partai lama.

"Kalau survei bulan lalu, masih didominasi partai-partai lama. Tapi waktu masih panjangan untuk parpol non parlemen untuk bekerja agar bisa memperoleh kursi terakhir," ujar dia.

Suwadi mengatakan, ada tiga parpol memiliki potensi memperoleh tiga kursi seperti Golkar dan NasDem. NasDem. kata Suwadi, memiliki potensi karena punya dua kader sebagai kepala daerah yakni Basmin Mattayang sebagai Bupati Luwu dan Judas Amir sebagai Wali Kota Palopo. Selain itu, Gerindra juga punya peluang karena punya jagoan dari kalangan pengusaha.

"Tiga Parpol ini memiliki potensi untuk memperoleh dua kursi," ujar dia.

Manajer Strategi dan Operasional JSI Nursandy melanjutkan sebaran kursi di Dapil Sebelas sangat berat dan bisa diperoleh oleh partai non parlemen. Terbukti pemilu 2019 lalu Hanura satu-satunya Parpol yang tidak mampu mengantarkan kadernya ke Senayan tapi mampu memperoleh satu kursi ke DPRD Sulsel.

"Kalau melihat sebaran peraih kursi di Dapil Sebelas, merata terdistribusi ke parpol-parpol yang saat ini punya keterwakilan di Senayan. Di luar itu hanya Hanura yang sukses mengamankan satu kursi untuk DPRD Provinsi," kata Nursandy.

Dirinya menyebutkan di dapil ini, meski Golkar berhasil mengamankan dua kursi pada 2019, namun situasi pergeseran perolehan kursi pada Pileg 2024 kemungkinan besar berpeluang terjadi.

Komposisi bacaleg Golkar terlihat mampu diimbangi oleh NasDem. Belum lagi, mantan Bupati Luwu Timur, Andi Hatta Marakarma tidak maju lagi sebagai caleg DPRD Sulsel karena akan maju sebagai senator. Selain itu, politikus Golkar lain yaitu Taqwa Muller tidak akan maju lagi ke DPRD Sulsel tapi hanya "menembak" kursi DPRD Luwu Timur.

"Sehingga potensi berkurangnya kursi di Golkar bisa saja terjadi karena direbut oleh partai lain," kata dia.

Sementara itu, bakal calon legislatif DPRD Sulsel, Arham Basmin mengatakan saat ini dirinya belum bergerak untuk melakukan sosialisasi, apalagi saat ini KPU belum ada daftar calon tetap (DCT).

"Kan masih dinamis, pada prinsipnya kami mengikuti arahan partai. Sampai sekarang belum kampanye," ujar dia.

Dia mengatakan, dirinya baru akan bergerak setelah KPU menetapkan DCT. "Jangan sampai ada pergantian sebelum penetapan DCT," ujar dia. (suryadi-fahrullah/C)

  • Bagikan