Merdeka Memilih

  • Bagikan
Ilustrasi

MAKASSAR, RAKYATSULSEL - Peringatan Ulang Tahun Kemerdekaan ke-78 Republik Indonesia menjadi momentum bagi para pelaku di dunia politik.

Saatnya, mendorong agar rakyat memiliki kemerdekaan dalam menentukan pilihan pada Pemilu 2024 demi terwujudnya demokrasi gagasan, bukan demokrasi pengkultusan.

Pengamat politik dari Universitas Hasanuddin, Sukri Tamma menuturkan perayaan kemerdekaan seyogianya selalu menjadi momentum untuk memetik nilai dari para pendahulu dalam mendirikan bangsa ini.

Dia mengatakan, secara tujuan bangsa ini berdiri untuk melawan penindasan dan penjajahan sehingga tak sedikit pengorbanan yang dilakukan bersama-sama, meski dengan latar belakang pemikiran pada setiap tokoh pendiri bangsa ini.

“Negara ini dibangun secara bersama, nilai kebersamaan itu yang mesti dijaga,” ujar Sukri, Selasa (15/8/2023).

Menghadapi Pemilu 2024, lanjut Sukri, penyelenggara Pemilu harus mampu menyelenggarakan pesta demokrasi lima tahunan itu tanpa tendensi dari pihak manapun dan prosesnya tidak memihak pada siapa pun sesuai dengan asas pemilihan umum.

Dia mengatakan, para kandidat dan pengurus partai politik juga harus menjadi role model pengaplikasian demokrasi yang sehat.

“Ini harus dijaga apalagi mereka yang akan menjadi calon wakil rakyat. Mereka calon pahlawan yang diminta untuk berjuang demi kepentingan rakyat, dengan kondisi nilai kebersamaan yang harus dijaga bersama,” imbuh Sukri.

  • Bagikan