Akademisi Unhas Ungkap Alasan Parpol Ogah Kampanye Akbar

  • Bagikan
Pengamat Politik Universitas Hasanudddin (Unhas), Andi Ali Armunanto

MAKASSAR, RAKYATSULSEL - Sejauh ini belum ada satu pun Partai Politik (Parpol) melakukan kampanye akbar walau masa kampanye tidak cukup satu bulan lagi.

Pengamat Politik Universitas Hasanuddin (Unhas), Andi Ali Armunanto mengatakan jika kampanye akbar ini digunakan untuk memperlihatkan kekuatan dan pastinya akan mengeluarkan ongkos politik besar.

“Ini bukan mendorong partisipasi (Kampanye Akbar), hanya menunjukkan kekuatan kepada lawan dan calon pemilih, bahwa memiliki banyak dukungan,” kata Andi Ali saat dikonfirmasi harian Rakyat Sulsel.

Pemilu 2024 ini, Andi Ali melihat jika Caleg Parpol bergerak sendiri-sendiri. “Jadi agak susah menyatukan satu tempat. Partai pasti akan lebih fokus untuk melakukan door to door dibandingkan kampanye akbar,” ujarnya.

Kampanye akbar itu hanya sebatas efek ‘gertakan’ untuk dipublikasikan. Seperti yang dilakukan oleh beberapa pasangan calon Presiden yang telah melakukan kunjungan di Makassar beberapa bulan lalu.

“Seperti Anies datang mereka klaim 1  juta orang hadir, begitu juga Gibran diklaim 1 juta orang yang hadir, begitu juga Ganjar mereka klaim 1 juta orang yang datang. Dan mereka pasti mengklaim mereka disuka oleh banyak orang,” bebernya.

“Tapi disitu sebenarnya menghambur-hamburkan uang begitu banyak. Berapa baju kaos dia cetak, berapa nasi kotak, bukan lagi orang yang datang dikasih ongkos transportasi minimal Rp 50 ribu,” lanjutnya.

Sehingga dia melihat partai–partai yang ada di Makassar saat ini lebih senang membelanjakan uangnya untuk door to door ketimbang melakukan kampanye akbar. “Saya lihat Parpol di Makassar lebih suka door to door ketimbang melakukan kampanye akbar,” jelasnya. (Fahrullah/B)

  • Bagikan