Master Plan Smart City di Luwu Utara Masuki Tahapan Bimtek, Hadirkan Tim Ahli Kemkominfo

  • Bagikan
Bupati Indah Putri Indriani Buka Bimtek Tahap Pertama digelar secara hibrid (daring dan luring) di Aula La Galigo Kantor Bupati Luwu Utara, Senin (13/6).

“Dengan adanya kepercayaan ini, apalagi dukungan Kemkominfo bersama Kementerian dan stakeholder terkait lainnya, kami optimistis gerakan ini bisa menjadikan kota Masamba menuju Smart City menyusul kota-kota lain yang sudah maju,” imbuhnya.

Olehnya itu, ia meminta perhatian yang sungguh-sungguh dari semua pihak yang terlibat dalam gerakan Smart City untuk mengikuti kegiatan Bimtek Penyusunan Master Plan dan penyusunan Quick Win program unggulan Smart City di Kabupaten Luwu Utara.

“Kita harap melalui Bimtek ini akan menghasilkan dokumen master plan smart city, di mana perencanaan, penganggaran dan quick win yang bisa terintegrasi dari enam dimensi yang ada. Kita tak ingin dokumen yang dihasilkan ini hanya sebatas output saja,” tandasnya.

Sementara, Perwakilan Dirjen Aplikasi dan Informatika Kemkominfo, Febriana Teresia, mengatakan penerapan smart city di Indonesia adalah bagian dari upaya Presiden untuk mengakselerasi transformasi digital.

“50 kabupaten dan kota yang terpilih tahun ini sudah melalui mekanisme assesment atau pengujian yang data dasarnya kami dapat dari Kementerian Keuangan, Bappenas, KemenPANRB dan Kemendagri. Jadi, Smart City ini tidak hanya program Kominfo saja, tapi ini program kolaborasi,” jelas Febriana.

Dikatakannya, output dari kegiatan ini adalah tersusunnya dokumen master plan sesuai potensi dan tantangan masing-masing daerah.

“Jadi smart city ini tidak bisa dipukul rata bahwa seluruh daerah master plan-nya harus sama. Smart city ini juga memperhitungkan kearifan lokal dan potensi lokal daerah masing-masing,” ungkapnya.

Febriana menjelaskan, proses pemilihan 50 kabupaten dan kota sebagai penyusun master plan smart city di Indonesia sudah melalui serangkaian proses yang panjang, tidak langsung dipilih begitu saja tanpa melalui pengujian.

“Kita sudah melalui proses assesmen, launching dan penandatanganan MoU. Saat ini kita masuk tahapan implementasi, yaitu empat kali Bimtek. Mohon kami dibantu, karena setelah ini, saat dokumen-nya jadi, quick win sudah ditetapkan, bulan Oktober nanti, bapak/ibu kami undang ke jakarta untuk memaparkan dokumen master plan dan hasil quick win-nya,” pungkasnya. (*)

  • Bagikan