Bupati Wajo dan Kepala OPD Terkait “Belajar” Pengembangan Sutera ke Balai Besar Kerajinan dan Batik Yogyakarta

  • Bagikan

YOGYAKARTA, RAKYATSULSEL - Mengembalikan kejayaan persuteraan menjadi fokus Bupati Wajo, Amran Mahmud, sejak awal pemerintahannya. Berbagai langkah pun telah ditempuh, termasuk bersinergi dengan pemerintah di tingkat provinsi, bahkan nasional. Baru-baru ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo resmi menjadi kerja sama Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Tekstil (BBSPJIT) Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Setelah mengunjungi sekaligus menandatangani nota kesepakatan dengan BBSPJIT Kementerian Perindustrian (Kemenperin) di Bandung, Jawa Barat, pada akhir Juli 2022 lalu, Amran Mahmud kemudian berkunjung ke Balai Besar Standarisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBSPJIKB) atau yang lebih dikenal dengan Balai Besar Kerajinan dan Batik di Yogyakarta, Kamis (4/8/2022).

Orang nomor satu di Bumi Lamaddukelleng itu tidak datang sendirian. Dia didampingi Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Perindagkop UKM), Ambo Mai, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Porapar), Ketua Dekranasda, Sitti Maryam, dan Ketua Silk Solution Center (SSC) Wajo, Kurnia Syam. Rombongan diterima langsung Kepala BBSPJIKB, Hendra Yetty bersama jajaran.

Amran Mahmud menyampaikan bahwa tujuan kunjungannya untuk membangun sinergi sebagai upaya untuk peningkatan sumber daya manusia (SDM) industri kecil dan menengah (IKM) di Wajo, khususnya persuteraan.

"Ini masih merupakan upaya kami untuk mengembalikan kejayaan sutera Wajo. Potensi kita cukup melimpah sehingga perlu mendapatkan sentuhan teknologi padat karya untuk menghasilkan produk ekonomi kreatif," ucap ucap Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Wajo ini.

  • Bagikan