Sekian Lama Menanti, Petani di Kelurahan Apala Akhirnya Punya Sanggar Tani

  • Bagikan
Masyarakat Kelurahan Apala saar bergotong royong mendirikan sanggar tani, di Kelurahan Apala, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone

BONE, RAKYATSULSEL - Infrastruktur memiliki peran penting dalam memajukan dan meningkatkan kesejahteraan. Demikian pula di bidang pertanian khususnya. Untuk mewujudkan petani unggul, maju, mandiri dan modern tersebut, maka pembangunan sanggar tani menjadi salah satu solusi.

Pasalnya, dengan adanya sanggar tani maka akan memudahkan akses para petani untuk berkomunikasi dengan para Penyuluh Pertanian. Sehingga sumber daya masyarakat petani dapat terus berkembang. Hal inilah yang diharapkan Pemerintah, khususnya Pemerintah Kelurahan Apala, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone.

Apalagi Kelurahan Apala merupakan daerah agraris yang nota bene penduduknya sebagian besar adalah petani. Namun sebagai daerah agraris, bisa dikatakan tidak ada ciri khusus Kelurahan Apala sebagai daerah agraris selain daripada tanah persawahan membentang luas dan sebagian besar penduduknya adalah petani.

Olehnya itu, dengan adanya sanggar tani yang dibangun di Kelurahan Apala maka itu dapat menjadi salah satu tanda atau simbol dan ciri khusus bahwa Kelurahan Apala adalah daerah agraris.

Maka tidaklah mengherankan jika pembangunan sanggar tani di Kelurahan Apala disambut dengan sangat antusias dan suka cita oleh masyarakat. Hal itu terbukti saat sanggar tani tersebut resmi didirikan Rabu (16/1/2022).

Ratusan masyarakat yang hadir membantu para tukang di sanggar tani tersebut guna mendirikan rangka sanggar tani yang terletak di Lingkungan Gattareng Kelurahan Apala.

Lurah Apala, Sainal Abidin yang berada di sela-sela pendirian rangka sanggar tani tersebut mengatakan sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Dinas PUPR dan Dinas PSDA Kabupaten Bone yang telah membantu pengadaan sanggar tani di Kelurahan Apala.

Sainal menjelaskan bahwa kehadiran atau pembangunan sanggar tani di Kelurahan Apala sangat dinantikan oleh masyarakat sebab sanggar tani tersebut dapat digunakan sebagai ajang silaturahmi dan komunikasi atau pertemuan dengan para petani dengan para PPL dan terkhusus lagi sebagai tempat "Tudang Sipulung" bagi para anggota kelompok tani sebelum mereka turun di sawah.

"Sanggar tani ini sangatlah penting bagi masyarakat, apalagi 97 persen warga Kelurahan Apala adalah petani. Terima kasih kepada Pemkab Bone dan semua elemen termasuk UPT Pengairan Pattiro yang telah membantu pengadaan sanggar tani tersebut," ujar Sainal.

Sementara itu, Muh Yang salah seorang Ketua Kelompok Tani di Kelurahan Apala mengungkapkan bahwa selama dirinya bertani maka inilah pertama kali katanya ada sanggar tani di Kelurahan Apala.

"Saya sudah puluhan tahun bertani, sebelum Apala jadi Kelurahan Apala (Apala awalnya adalah pemerintahan desa dan nanti di Februari 2012 beralih menjadi kelurahan), baru kali ini ada sanggar tani di Kelurahan Apala," jelas Muh Yang.

"Awalnya kami serasa bermimpi dengan pendirian rangka sanggar tani ini. Akhirnya keinginan kami para petani dapat terwujud setelah sekian lamanya kami menantikan adanya sanggar tani di Apala. Terima kasih buat semuanya," ungkap Muh Tang. (Nal/Raksul)

  • Bagikan