Yayasan Ibnu Mubarok Wahda Islamiyah Takalar Diduga Lakukan Pemotongan Dana BOS

  • Bagikan
Yayasan Ibnu Mubarok Wahdah Islamiyah

TAKALAR, RAKYATSULSEL - Pengurus Yayasan Ibnu Mubarok Wahda Islamiyah di Kelurahan Sombalabella, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar diduga melakukan pemotongan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) 30 persen setiap kali pencairan.

Sumber Rakyat Sulsel menyebutkan modus operandi dugaan pemotongan dana BOS di yayasan yang jumlah peserta didiknya kurang lebih 700 orang tersebut sudah berlangsung lama.

“Itu dipotong 30 persen dana BOS-nya setiap kali pencairan. Dananya mungkin dipakai membangun ruang belajar oleh pihak yayasan, atau gaji gurunya mungkin mereka akali untuk menutupi dugaan pemotongan 30 persen tersebut,” kata sumber yang tak ingin disebut identitasnya saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (10/5).

Sementara Ketua Yayasan Ibnu Mubarok Wahda Islamiyah Takalar, Sultan membantah dugaan pemotongan dana BOS 30 persen tersebut.

“Kami tidak pernah ada pemotongan ketika sekolah keluar dana BOS-nya,” jelas Ketua Yayasan Ibnu Mubarok Wahda Islamiyah Takalar, Sultan saat dihubungi wartawan, (10/5).

Selain diduga melakukan pemotongan dana BOS, pihak yayasan Ibnu Mubarok Wahda Islamiyah juga diduga membebani peserta didik baru dengan uang pangkal senilai Rp5 juta rupiah per siswa.

“Rencana anak saya mau sekolah disana pak, tapi karena uang pangkalnya sampai Rp5 juta terus terang kami tidak mampu. Saya berharap pihak Dinas Pendidikan melakukan pembinaan agar pihak yayasan Ibnu Mubarok Wahda Islamiyah Takalar tidak membebani uang pangkal calon siswa sampai jutaan begitu,” kata salah satu orang tua calon siswa yang tak ingin disebut identitasnya. (Adhy/A)

  • Bagikan