Kadis Pertanian Jeneponto Bantah Stafnya Perjualbelikan Bantuan Pompa Air Konversi BBM ke BBG

  • Bagikan
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jeneponto, Achmad Tunru.

JENEPONTO, RAKYATSULSEL - Bantuan pemerintah pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia tahun 2023, berupa mesin pompa air ke petani di Kabupaten Jeneponto, diduga diperjualbelikan.

Setelah sebelumnya, seorang warga Desa Kaluku, Kecamatan Batang, mengaku mendapatkan bantuan mesin pompa air dari pihak Dinas Pertanian Kab. Jeneponto dengan cara dibayar sebesar Rp1.200.000, kini muncul lagi warga masyarakat lainnya yang mengeluh telah menyetorkan dana sebesar Rp2.000.000, namun tak kunjung mendapatkan bantuan mesin pompa air.

"Dua Juta semua saya kasi masuk, na tidak ada sama sekali (mesin pompa air). Biar satu tidak ada, na dana ku sudah Dua Juta masuk," ujar salah satu warga di Desa Datara, Kecamatan Bontoramba, yang enggan disebutkan namanya, Selasa (14/11/2023) siang.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jeneponto, Achmad Tunru kepada Rakyat Sulsel, membantah adanya dugaan praktik jual beli bantuan mesin pompa air, khususnya pungutan sejumlah uang ke pihak penerima bantuan.

"Setahu saya tidak ada orang dinas yang menerima dana seperti itu, saya tidak tahu kalau ada oknum di luar dinas, seperti tim pemberi bantuan yang memanfaatkan momen ini," kata Achmad Tunru.

Diketahui sebelumnya, pihak Dinas Pertanian Kabupaten Jeneponto melakukan penyaluran bantuan sebanyak 1.000 unit mesin pompa air konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) ke petani yang ada di Kabupaten Jeneponto, yang merupakan bantuan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia. (Zadly)

  • Bagikan