Refleksi Tiga Tahun Kepemimpinan Andi Utta di Bulukumba: Prioritas, Tuntas, dan Berkualitas

  • Bagikan
Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf (Andi Utta) Perlihatkan Piala Adipura 2023

MAKASSAR, RAKYATSULSEL - Waktu terus berjalan, tidak terasa Andi Muchtar Ali Yusuf (Andi Utta) sudah tiga tahun, menakhodai Kabupaten Bulukumba.

Sejumlah prestasi dan teroboson telah ditorehkan selama menjabat bupati di Butta Panrita Lopi atau Tanah Sang Pandai Kapal dalam kurun waktu singkat ini.

Raihan pembangunan dan prestasi tersebut menjadi kado terindah pada Hari Jadi Kabupaten Bulukumba yang diperingati setiap 4 Februari. Dimana 2024 ini, genap berusia 64 tahun.

Dari infrastruktur, awal tahun ini, telah diresmikan salah satu proyek unggulan adalah Gedung Pinisi dan Mal Pelayanan Publik (MPP) Bulukumba.

Gedung Pinisi ini, adalah ikon baru Bulukumba yang menjadi tempat bersatunya delapan instansi perangkat daerah untuk memberikan kenyamanan bagi para pegawai dalam menjalankan tugasnya.

Di atas gedung berdiri dengan megah Perahu Pinisi yang menjadi simbol budaya dan semangat etos kerja masyarakat Bulukumba.

Gedung Pinisi ini, diresmikan Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, pada momentum peringatan Hari Jadi Bululumba ke-64, Minggu (4/2/2024) lalu.

Selain Gedung Pinisi, Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin, juga meresmikan bangunan gedung Mal Pelayanan Publik (MPP) dengan menandatangani prasasti peresmian di sela acara peringatan Hari Jadi Kabupaten Bulukumba ke-64 di Lapangan Pemuda Bulukumba.

Gedung MPP ini selesai dibangun 2023 yang sebelumnya sempat terhenti, karena adanya pandemi Covid-19. Saat itu, anggaran banyak direfocusing untuk penanganan wabah Covid 19

MPP Bulukumba dihadirkan sebagai wadah pusat pelayanan bagi instansi, meliputi perangkat daerah, instansi vertikal, BUMN, dan BUMD.

Ada sekitar 13 layanan publik yang disiapkan dalam satu Gedung MPP, kesemuanya diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan publik, seperti pengurusan KTP, SIM, STNK, dan layanan perizinan lainnya.

Dalam menunjang kelancaran transportasi warga dan menunjang roda perekonomian, Andi Utta melakukan pembangunan dan pemeliharaan jalan hingga ke desa-desa/kelurahan.

Dimana dengan visi membangun dan mensejahterakan masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba terus melakukan langkah nyata dalam pengembangan infrastruktur yang berkelanjutan.

Peningkatan jalan menjadi tonggak utama pembangunan, dengan alokasi dana yang mengesankan. Pada 2021, dana sebesar Rp20,9 miliar dikucurkan untuk meningkatkan kualitas jalan di Kabupaten Bulukumba. Anggarannya pun meningkat signifikan pada 2022, mencapai Rp84,8 miliar, dan terus meningkat pada 2023 sebesar Rp131,6 miliar.

Berbagai ruas jalan strategis telah dibangun, menghubungkan desa-desa dan memperlancar aksesibilitas antar wilayah.
Di antara beberapa proyek infrastruktur jalan yang telah direalisasikan adalah:
-​ Ruas Jalan Desa Bulo-bulo hingga Bonto Bulaeng
-​ Ruas Jalan lingkar Lemo-lemo Bira
-​ Ruas Jalan Kahayya
-​ Ruas Jalan Kasuara Borong Rappoa
-​ Ruas Jalan Biroro hingga Kaseseng
-​ Ruas Jalan Biroro hingga Salodua
-​ Ruas jalan Harue hingga Balihuko
-​ Ruas Jalan Batutongkaraiya
-​ Ruas Jalan Turungan Beru Herlang.

Pemkab Bulukumba berkomitmen untuk terus meningkatkan infrastruktur jalan yang lebih baik, menciptakan aksesibilitas yang lebih baik bagi masyarakat, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bulukumba.

Pada bidang infrastruktur Andi Utta juga melakukan terbosan dan efisiensi anggaran, namun produk yang dihasilkan tetap memiliki kualitas yang terjaga.

Misalnya dalam pembangunan irigasi, Andi Utta menginstruksikan pekerjaan irigasi menggunakan sistem panel cetak atau teknologi irigasi modular.

Dengan pembangunan jaringan irigasi menggunakan beton pracetak, pekerjaannya lebih mudah karena tinggal dipasang.

Selain menghemat tenaga, karena tidak lagi mobilisasi material, seperti pasir, batu dan semen, konstruksi cetak panel ini, lanjutnya, lebih tahan lama, karena sudah terstandardisasi.

Begitu pula dalam proses pekerjaannya kapan saja bisa dilakukan, biar musim hujan, panel cetaknya bisa dipasang.

“Kualitasnya juga bisa bertahan sampai 25 tahun lebih,” terangnya

Dengan sistem irigasi yang baik, maka akan menjadi salah satu penentu keberhasilan pertanian khususnya peningkatan produktivitas tanaman padi.

Anggaran yang dialokasikan untuk irigasi dari tahun ke tahun pun menunjukkan progres yang signifikan, dimana 2021 sebesar Rp21,9 miliar, 2022 sebesar Rp9,4 miliar, dan 2023 meningkat sebesar Rp29,9 miliar.

"Dengan langkah progresif ini, kita berharap proyek pembangunan irigasi tidak hanya akan memberikan manfaat segera bagi petani, tetapi juga menjadi contoh dalam mengadopsi teknologi demi kemajuan sektor pertanian," jelasnya.

Tidak lupa ia mempercantik dan memoles Bulukumba dengan merevitalisasi Pantai Merpati.

Kini, ikon wisata baru yang terletak di Kecamatan Ujung Bulu ini, sudah mulai dilirik pengunjung. Nampak, ramai di sepanjang kawasan pantai itu dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pun mulai menggeliat.

Termasuk pembenahan Kawasan Wisata Tanjung Bira Bulukumba. Yaitu, dengan menghadirkan masjid yang lebih representatif, Masjid Thalhah Ubaidillah. Juga menghadirkan sarana olahraga, tenis lapangan di area wisata. Tidak ketinggalan penekanan selalu menjaga kebersihan dan penataan Pedagang Kaki Lima (PKL).

Dari segi peningkatan Sumber Daya Manusia, Andi Utta, sapaan akrab Andi Muchtar Ali Yusuf, fokus pada penangan stunting.

Bupati berlatar pengusaha ini, meminta seluruh stakeholder untuk mengeroyok penurunan stunting.

“Angka stunting Bulukumba dari 30 persen lebih turun menjadi 28 persen lebih. Ini bisa lebih diturunkan lagi dengan kerja yang lebih terukur dan terstruktur,” ujarnya di hadapan ratusan peserta Rembuk Stunting, baru-baru ini.

Ia pun meminta para kepala desa untuk lebih fokus lagi menangani stunting di desanya masing-masing. Meski anggaran terbatas, penurunan stunting harus jadi perhatian bersama.

“Inflasi kita bagus, tapi stunting masih cukup besar. Inflasi yang bagus salah satu tanda ekonomi bagus. Oleh karena itu, saya harap ke depan tak ada lagi saudara kita yang stunting. Kalau bisa zero stunting,” ujarnya.

Selain itu, masih banyak teroboson dan raihan pembangunan yang telah dilakukan Andi Utta dalam kuran waktu yang singkat ini, seperti revitalisasi pesanggrahan dan TK Pertiwi Tanete, revitalisasi Lapangan Tenis Tanjung Bira dan Lapangan Tenis Tanete, pembenahan Stadion Mini Bulukumba, pengoperrasian Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pratama Tanete yang terletak Kelurahan Tanete, Kecamatan Bulukumpa, pembangunan kolam labuh untuk peningkatan sektor perikanan kelautan, pembangunan Pelabuhan Lembang Keke Kajang, pembangunan Gedung Industri Kecil Menengah (IKM) Bira, dan masih banyak lainnya.

Atas terobosan, pembenahan, dan pembangunan yang dilakukan Andi Utta ini pun menuai hasil.

Kabupaten Bulukumba menjadi terbaik pertama bahkan tingkat nasional untuk inflasi.

Hal ini pun mendapatkan pujian dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian.

Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, pun ikut memuji kerja keras Andi Utta untuk membangun daerah yang dipimpinnya.

Bahtiar menilai, Bulukumba punya pemimpin yang visioner-progresif.

“Saya kira Bupati Bulukumba dan jajarannya, telah menetapkan contoh kriteria pemimpin yang sangat tinggi dengan waktu singkat, berbagai keterbatasan, tapi mampu mengerjakan banyak hal,” jelas Bahtiar, saat menghadiri Hari Jadi Bululumba ke-64, Minggu (4/2/2024) lalu.

Terkini, Andi Utta kembali berhasil membawa Kabupaten Bulukumba meraih penghargaan Piala Adipura.

Capaian Piala Adipura ini, mampu dipertahankan Kabupaten Bulukumba untuk 2022 dan 2023 di bawah kepemimpinan Andi Utta.

Piala Adipura 2023 diterima langsung Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf di Gedung Manggala Wanabakti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta Pusat, Selasa (5/3/2024) lalu.

Andi Utta pun 'membocorkan' sedikit trik dalam menata dan menakhodai Kabupaten Bulukumba dalam waktu singkat dengan raihan pencapaian pembangunan fisik dan SDM.

Yaitu, cukup dengan tiga suku kata: prioritas, tuntas, dan berkualitas.

"Dalam pembenahan dan pembangunan, kita perlu siapkan skala prioritas. Misalnya, kita prioritaskan penanganan stunting, maka perlu kajian, riset, litbang, agar anggaran tepat sasaran, agar program itu tuntas dan hasilnya berkualitas," beber Andi Utta, Rabu (27/3/2024) malam.

"Apakah, anggaran yang disiapkan sudah cukup dengan program penanganan stunting. Jangan, kita cuman jadikan skala prioritas, tetapi tidak didukung dengan anggaran yang cukup, makanya anggaran penanganan stunting di Bulukumba kita tambah," tambah bupati berlatar belakang pengusaha ini.

Andi Utta mengatakan, sama halnya dalam bidang infrastruktur. Harus menerapkan konsep ini.

"Apakah dengan anggaran besar yang kita keluarkan membangun gedung besar dan beberapa lantai itu, berbanding lurus dengan nilai manfaat besar yang dihasilkan dari bangunan itu, terutama dalam menggerakkan roda ekonomi masyarakat" terangnya.

"Di sinilah peran besar Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah), khususnya divisi Penelitian dan Pengembangan (Litbang). Ini juga sekaligus jadi ujung tombak dalam pembangunan," tambah Andi Utta yang dikenal ramah dan merakyat ini. (***)

  • Bagikan