OPINI: Jihad Taqwa (5)

  • Bagikan
Rektor IAI As'adiyah Sengkang-AG DR KH Muh Yunus Pasanreseng Andi Padi M.Ag.

Kedua, apa yang mereka peroleh pada hari pembalasan, orang beriman akan mendapatkan pahala surga, sementara orang kafir akan masuk neraka. Dengan demikian diketahuilah, bahwa taqwa adalah suatu kedudukan
tertinggi dalam surga.

Seorang hamba yang telah diberi rezeqi oleh Allah dengan sepuluh perkara, berarti dia telah selamat dari neraka dan ancaman bahaya dan telah behasil derajat mutaqarribin dan muttaqin.

Kesepuluh perkara tersebut adalah Lisan selalu jujur dengan hati yang qonaah. Sabar dan rasa syukur yang konstan (tetap). Ridho dengan kefakiran disertai dengan zuhud yang nyata karena keridhaan orang fakir itu akan mendapatkan keberuntungan atas pahala kefakirannya, jika tidak maka malah sebaliknya (menjadi celaka).

Bertafakur dengan perut kosong (lapar). Senantiasa prihatin dengan rasa takut kepada Allah. Anti mager (malas bergerak) dengan ketawadhu’an karena jika kuat memiliki sifat tawadhu’ akan terhindar dari sifat sombong.

Selalu bersikap lemah lembut disertai dengan kasih sayang karena kalu kita mempunyai sifat lemah lembut dan kasih sayang kita akan disegani dan dihargai orang lain. Rasa cinta dan kasihsayang karena Allah disertai dengan sifat malu karena-Nya.

Ilmu yang bermanfaat dengan disertai amal yang langgeng karena Allah tidak akan memberikan manfaat pada ilmu kita jika kita tidak mengamalkannya dan Iman yang permanen disertai akal sehat karena sebaik-baik karunia adalah akal dan seburukburuknya musibah adalah kebodohan.

Bahwa seseorang dapat dikatakan bertaqwa harus memiliki Tidak suka bergaul, kecuali dengan orang yang dapat menambah kuat agamanya dan dapat membuatnya
memelihara kemuliaan. Jika mendapat musibah besar dalam urusan duniawi, ia menganggapnya sebagai hukuman.

Jika tertimpa musibah agama meskipun
ringan, ia bersedih. Tidak suka perutnya dipenuhi dengan makanan halal sekalipun, karena khawatir tercampur dengan haram. (*)

  • Bagikan