JSI Nilai Parpol Baru Kesulitan Capai Ambang Batas, Ini Alasannya

  • Bagikan
Manajer Strategi dan Operasional Jaringan Suara Indonesia (JSI) Nursandy Syam

MAKASSAR, RAKYATSULSEL - Manajer Strategi dan Operasional Jaringan Suara Indonesia (JSI) Nursandy Syam menyebutkan jika partai pendatang baru maupun non parlemen sangat sulit untuk bersaing dengan Partai yang sudah memiliki kursi di parlemen khususnya Senayan.

Berkaca Pemilu 2019 lalu, sejumlah partai pendatang baru tak mampu lolos ambang batas yang telah ditentukan oleh pemerintah sebanyak 4 persen.

Seperti Partai Perindo hanya memperoleh (2,67 persen), Berkarya (2,09 persen), Partai Solidaritas Indonesia (1,89 persen), Hanura (1,54 persen), Partai Bulan Bintang (0,79 persen) Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (0,22 persen) dan Garuda (0,05 persen).

Pada Pemilu 2024 ini beberapa Partai non parlemen kembali menjadi peserta Pemilu seperti Perindo, PSI, Hanura, PBB dan Garuda. Sementara dua partai pendatang baru yakni Gelora dan Ummat.

"Dengan ambang batas 4 persen, parpol baru dan non parlemen akan kesulitan untuk mencapainya jika tidak dilakukan dengan effort yang luar biasa," kata Nursandy Syam.

Dirinya menyebutkan angka 4 persen itu secara psikologis masih sangat tinggi untuk diraih bagi partai-partai pendatang baru jika tidak memiliki sumber daya yang kuat.

"Jika Parpol yang tidak punya sumber daya pemenangan yang kuat, maka sulit untuk mencapai ambang batas 4 persen," singkatnya. (Fahrulllah/B)

  • Bagikan