Tingkatkan Omset UMKM, ARW Fasilitasi Pelatihan Teknik Manajemen Bisnis

  • Bagikan
Anggota Komisi VII DPR RI, Ridwan Andi Wittiri.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL - Anggota Komisi VII DPR RI, Ridwan Andi Wittiri menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memberikan pelatihan terhadap warga Makassar yang berkecimpung pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Hotel Melia Makassar Jl Andi Mappanyukki Makassar, Kamis (16/11/2023).

Ridwan Andi Wittiri mengatakan Pelatihan Teknik Manajemen Bisnis UMKM sangat penting dilaksanakan karena bisnis UMKM saat bisa dilakukan oleh siapapun walau orang tersebut tidak memiliki toko atau dia menjual melalui rumah masing-masing.

"Kita ketahui bahwa Manajemen bisnis sangat penting dalam menjalankan suatu usaha. Ini terkait bagaimana mengembangkan dan meningkatkan omset usaha kita, serta berdampak baik pada masyarakat di Kota Makassar dan Provinsi Sulawesi Selatan," katanya.

ARW--sapaan Ridwan Andi Wittiri melanjutkan, pelaku UMKM dapat memanfaatkan dan mengaplikasikan semua ilmu dan fasilitas yang akan diberikan oleh instruktur dari BRIN nantinya.

"Termasuk bagaimana merangsang para peserta agar memiliki wawasan untuk mengubah produk yang mereka miliki menjadi lebih menarik," ujarnya.

Ketua Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sulsel ini melanjutkan, tak kalah penting yakni bagaimana para pelaku UMKM ini bisa memasarkan atau menjual usaha mereka melalui media internet atau penjualan online.

"Melalui Pelatihan BRIN ini peserta juga bisa memahami bagaimana berbisnis di era globalisasi ini," tuturnya.

Tapi tak kalah penting yakni bagaimana para pelaku UMKM sebelum membuat produk harus mengetahui apa kebutuhan masyarakat di sekitar mereka.

"Harus melakukan analisa kebutuhan konsumennya dan paling utama membentuk sekaligus menjaga loyalitas pelanggan terhadap produk yang dimiliki," tuturnya.

ARW pun memberikan pesan kepada seluruh peserta agar semua ilmu yang diberikan oleh BRIN akan sangat berguna bagi Pelaku UMKM agar dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di kota Makassar dan Provinsi Sulawesi Selatan.

"Ilmu yang didapat di sini juga dapat diterapkan di lingkungan masyarakat sekitarnya," tutupnya. (Fahrullah/B)

  • Bagikan