ARW Desak PLN Segera Cari Solusi Pemadaman Listrik Bergilir di Sulsel

  • Bagikan
Ridwan Andi Wittiri

MAKASSAR, RAKYATSULSEL - Anggota Komisi VII DPR RI, Daerah Pemilihan (Dapil) Sulawesi Selatan I, Ridwan Andi Wittiri menyuarakan aspirasi masyarakat Sulsel di Senayan yang beberapa bulan terakhir ini sering mengalami pemadaman listrik bergilir.

Hal ini disampaikan saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR dengan Dirut MIND ID, Dirut PT Bukit Asam Tbk, PT Nusantara Power dan perusahaan terkait lainnya di ruang rapat Komisi VII DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (27/11/2023).

"Masyarakat Sulawesi Selatan saat ini sering mengalami pemadaman listrik, persoalan itu harus segera diselesaikan," tegas ARW--sapaan Ridwan Andi Wittiri.

Dirinya pun menyebutkan saat ini pihak PLN telah menerangkan bahwa faktor cuaca mempengaruhi aliran listrik, namun warga kata ARW masih belum puas dengan keterangan tersebut. "Masyarakat ingin agar pemadaman itu segera diatasi," ucapnya.

Ketua Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sulsel ini menyebutkan, saat dirinya berada di Sulsel khusus Makassar hampir setiap hari diminta pertanggungjawaban oleh masyarakat.

“Saya coba menjelaskan kepada mereka dari hasil Koordinasi dengan GM PLN disana, bahwa pemadaman itu karena kemarau, sehingga PLTA itu debit airnya kurang. Suplai air itu tidak membuat stabil dari mesin pembangkit listrik. Dengan kata lain, saya katakan ini faktor cuaca, faktor iklim. Namun jawaban kami tersebut tentu tidak membuat puas masyarakat, dan bukan sebuah solusi. Inilah yang ingin saya pertanyakan,” ujarnya lagi.

Dirinya melanjutkan saat mendengar pemaparan dari Dirut PT PLN Nusantara Power terkait pembangunan PLTS terbesar di Asia Tenggara, pihaknya sangat tertarik. Bahkan pihaknya berharap PLTS sejenis juga bisa dibangun di kawasan Indonesia Timur, khushusnya di Sulawesi Selatan.

Sehingga diharapkan bisa menjadi salah satu solusi pemenuhan kebutuhan listrik masyarakat dan industri setempat yang belakangan terganggu akibat sering padamnya listrik yang didistribusikan oleh PLN.

Terlebih lagi PLTS yang notabene termasuk dalam green energy atau energy hijau, energy bersih, tentu hal tersebut sangat baik jika dibangun di kawasan Indonesia Timur. Apalagi Sulsel menjadi salah satu wilayah dengan tingkat paparan sinar matahari yang sangat besar.

“Saya berharap PLTS juga bisa dibangun atau didirikan di Kawasan Indonesia Timur, khususnya di Sulawesi Selatan. Sehingga akan menjadi salah satu solusi pemenuhan litstrik masyarakat dan Industri setempat yang sempat terganggu akibat pemadaman listrik PLT yang terjadi hampir setiap hari sekitar 3-5 jam,” pungkasnya. (Fahrullah/B)

  • Bagikan