Video Visi Misi Anies Baswedan | Debat Capres Kelima

  • Bagikan

JAKARTA, RAKYATSULSEL - Anies Baswedan mendapat giliran ketiga untuk menyampaikan visi misi dan program kerja di acara debat Pilpres kelima, Jakarta 04/02/2014. Berikut Isi Pidatonya:

Hari ini, kita berbicara tentang persoalan terbesar bangsa kita: ketimpangan. Ketidaksetaraan dan ketidakadilan yang merajalela di republik kita. Ketimpangan antara Jakarta dan luar Jakarta, Jawa dan luar Jawa, kaya dan miskin, desa dan kota, pendidikan umum dan agama, pendidikan kejuruan dan teknis. Ini semua adalah fenomena yang membahayakan bagi republik ini.

Di bidang perekonomian, segelintir orang menguasai sebagian besar perekonomian kita. Ketika republik ini didirikan, para pendirinya, anggota BPUPKI, adalah orang-orang terdidik dan kaum yang privilege. Namun, mereka mendirikan republik ini untuk semua, bukan untuk kepentingan diri, golongan, atau keluarganya. Mereka membangun kekuasaan untuk memberikan kesempatan kepada semua.

Namun, sekarang kita jauh dari cita-cita republik ini. Ketika para pendiri itu kaum intelektual, mereka memilih berjuang di jalur politik. Saya, yang berangkat sebagai pengajar, mendapat panggilan tugas di wilayah politik. Kami akan membawa gagasan pendiri republik untuk kembali mewarnai republik ini, untuk bisa mengarahkan republik ke depan, agar kembali pada format awal.

Apa masalah hari ini? 45 juta orang belum bekerja dengan layak. Lebih dari 70 juta orang tidak punya jaminan sosial. Bicara pendidikan, jauh dari kota terpencil, masa depan jadi suram. Kemampuan tinggi, kesempatan tidak ada. Sangat frustrasi melihatnya. Kesehatan mental, kekerasan seksual, lebih 15 juta orang jadi korban. Ini adalah problem yang tidak menjadi kepedulian segelintir elit, ini adalah kepedulian rakyat kebanyakan.

Dalam perjalanan kami satu tahun, kami menemukan jutaan rakyat yang berbondong-bondong menginginkan perubahan. Mereka membuat poster rakyat, mendoakan dari tempat yang tidak kita lihat. Poster-poster itu cemerlang, karena bukan didanai dari uang dari Jakarta, tapi didanai oleh keringatnya yang jernih, hasil kerja kerasnya. Ini adalah keinginan perubahan.

Apa yang ingin kita capai? Kita akan memastikan hidup sehat dan bila sakit ada pertolongan cepat, tumbuh cerdas dengan biaya terjangkau, keluarga sejahtera karena upahnya layak, dan bila membutuhkan diberikan bansos sesuai kebutuhannya. Bansos plus, bukan memberikan bansos untuk kepentingan yang memberi, tapi untuk kepentingan yang diberi. Dan warga negara yang bangga dengan negaranya, karena dijaga budayanya dan etikanya dijaga tinggi.

Kita menginginkan persatuan, karena ditopang dengan rasa keadilan. Persatuan itu tidak mungkin terjadi dalam ketimpangan. Persatuan membutuhkan rasa keadilan. Karena itu, misi kami tegas: mewujudkan bangsa yang sehat, yang cerdas, yang sejahtera, berbudaya dan bersatu.

Kita menyaksikan begitu banyak orang punya prinsip “sopo wani rekoso, bakal gayuh mulyo”. Siapapun yang bersungguh-sungguh dalam usahanya pasti meraih kemuliaan. Tapi bila kesempatannya ada. Bila kesempatannya tidak ada, menghasilkan frustrasi. Dan kami, ketika menjalankan amanat, maka kami akan memegang prinsip “ngadep SA cekna, nila saplasna konsen”, konsistensi ucapan dan perbuatan, menjunjung kejujuran dan kearifan. Ini komitmen kami.

Fokus pada pembangunan manusia Indonesia, menghadirkan kesetaraan, menghadirkan keadilan. Dengan seperti itu, kita ada persatuan. Perubahan saatnya kita kerjakan. Katong bergerak, untuk perubahan untuk seluruh rakyat Indonesia, dimanapun berada.

Terima kasih. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

  • Bagikan