Polemik Nomor Urut “Cantik”

  • Bagikan
(Dokumen Rakyat Sulsel)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL - Penentuan nomor urut calon anggota legislatif kerap membuat perseteruan di antara para kader partai politik di Pemilu. Semua tentu berharap mendapatkan nomor "cantik".

Beragam cara dilakukan parpol dalam menentukan nomor urut caleg. Mulai dari skala prioritas incumbent, ketua parpol, hingga menggunakan suvei.

Salah satu bakal calon legislatif, Andi Anhar Rahman yang saat ini memantapkan langkahnya bersaing memperbutkan kursi DPR RI di daerah pemilihan (dapil) I Sulawesi Selatan mengaku tak mempermasalahkan terkait nomor urut karena hal itu menjadi kewenagan DPP Partai Gerindra.

"Kita ikuti arahan partai. Nomor urut DPP tentukan," ungkapnya saat dihubungi Rakyat Sulsel, Jumat (12/5/2023).

Kendati demikian, Andi Anhar berharap nomor urut terbaik, yakni diangka 1, 2, atau 3. Itu bertujuan agar lebih mudah menyampaikan kepada masyarakat pada saat bersosialisasi.

"Semua nomor baik, kalau mau diingat dan dihafal bisa lebih bagus 1, 2, dan 3. Agar lebih mudah kita perkenalkan ke pemilih di dapil saat sosialisasi," tuturnya.

Sedangkan, Mudzakir Ali Djamil alis Muda berharap agar nomor yang dia dapatkan adalah angka keberuntungan. Tetapi, terkait hal itu, partai sangat bijak menentukannya.

Namun, kata dia, nomor urut disukai adalah ganjil, sehingga bisa memberikan kesan terbaik dalam meraih apa diharapkan di kontestasi politik 2024 mendatang.

"Kami yakin Partai Gelora dalam menentukan nomor urut melihat peluang kader. Dan itu kami terima. Kalau saya nomor ganjil terbaik," singkat caleg DPR RI itu.

  • Bagikan