Lakukan Misi Kemanusiaan, AAS Community Bantu Seorang Bayi Pasien Penderita Gizi Buruk 

  • Bagikan
Kondisi Zul yang mengalami gizi buruk

MAKASSAR, RAKYATSULSEL - AAS Community kembali menjalankan misi mulia untuk memberikan secercah harapan bagi seorang anak penderita gizi buruk asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel). 

Kegiatan sosialisasi yang diinisiasi langsung Founder AAS Community, Andi Amar Ma'ruf Sulaiman ini menyalurkan bantuan dan dukungan berupa sejumlah uang tunai dan bantuan pengobatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuang Baji, Makassar. 

Bukan hanya sekadar berbicara, AAS Community benar-benar bergerak dengan harapan nutrisi bocah laki-laki 9 bulan, atas nama Zul itu terpenuhi, sehingga bisa tumbuh sehat dan kembali tersenyum.

"Kami dari tim AAS Community, memberikan bantuan uang tunai untuk perlengkapan bayi dan kebutuhannya, misalnya susu, termasuk perawatannya di rumah sakit. Ini inisiasi langsung Founder AAS Community, Andi Amar Ma'ruf Sulaiman," ujar Andi Aryani, selaku Tim Pendistribusian AAS Community, Selasa (17/10/2023).

Aryani mengungkapkan, kondisi Zul saat ini sangat memprihatinkan, mengingat usianya sudah menginjak 9 bulan namun berat badannya masih tetap di 2,5 Kg. Dengan kondisi tersebut, Zul dikategorikan termasuk tidak normal atau menderita gizi buruk.

"Menurut informasi dari ibunya, dari lahir (Zul) berat badannya memang kurang, tidak seperti anak pada umumnya," ungkapnya.

Meskipun Zul telah ditangani dokter anak yang ada di RSUD Labuang Baji, tim AAS Community disebut akan terus mengontrol perkembangannya hingga anak tersebut dinyatakan membaik dan bisa kembali ke rumahnya. 

"Untuk penanganan selanjutnya kami berkoordinasi dengan rumah sakit, Insyaallah pihak rumah sakit akan terus memantau sampai betul-betul berat badannya kembali normal," ucap Aryani. 

Adapun kondisi Zul pertama kali diketahui tim AAS Community usai mendapatkan laporan dari seorang masyarakat di Kabupaten Gowa, yang menyatakan ada seorang anak berusia 9 bulan membutuhkan bantuan pengobatan. 

"Jadi ada teman di wilayah Gowa melaporkan adanya bayi stunting yang mana belum terdata di daerah tersebut. Makanya kami (AAS Community) komunikasi untuk dibawa ke rumah sakit. Tim langsung bergerak ke lokasi menjemput pasien," terangnya. 

Sementara ibu Zul bernama Nurmala (22) mengatakan, bayinya lahir secara prematur di RSUD Syekh Yusuf Gowa, pada 6 Januari 2023 lalu. Saat lahir, Zul disebut hanya memiliki berat badan seberat 2,4 Kg, dengan panjang 51 Cm.

"Waktu lahir di rumah sakit berat badan 2,4 Kg, waktu di timbang," ungkap Nurmala. 

Nurmala menyebut, dari hasil diagnosa awal dokter ditemukan ada kelainan di kepalanya berupa pendarahan luar sehingga tidak bisa menghisap asinya dan mengalami gizi buruk.

Adapun Zul tak dibawa orang tuanya ke rumah sakit selama ini dikarenakan keterbatasan biaya. Ayah Zul hanya seorang buruh bangunan, sementara Nurmala sendiri hanya seorang ibu rumah tangga (IRT) di Desa Katangka, Kecamatan Bontonompo Selamat, Kabupaten Gowa.

"Ada kendalanya di kepalanya, pendarahan luar katanya, tidak bisa menghisap asi," kuncinya. (Isak/A)

  • Bagikan